Rumah anti gempa

PEMBANGUNAN RUMAH TAHAN GEMPA
Masih ada pemahaman yang kurang pas dari masyarakat, mengenai pembangunan rumah tahan gempa. Mereka masih melihat bila rumah tahan gempa merupakan rumah mahal. Padahal dengan memahami konsep tahan gempa, rumah tahan gempa tidak harus mahal. Karena itu yang disosialisasikan mestinya adalah konsep rumah tahan gempa.
Pakar rekayasa kegempaan yang juga Direktur CEEDEDS UII Prof Ir Sarwidi MSCE PhD mengemukakan hal tersebut pada wartawan, Selasa (3/4). Karena itulah untuk menyosialisasikan konsep bangunan rumah rakyat tahan gempa (barratraga) ini, CEEDEDS UII bekerja sama dengan Amerika kata Sarwidi di sela kunjungan ke Jogonalan Klaten, akan kembali melakukan pelatihan mandor pembangunan DIY Jawa Tengah.
Sarwidi mengemukakan, Jumat (30/3) lalu UII juga telah menandatangani kerja sama dengan Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (Ataki). MoU ditandatangani Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc dengan Ketua Umum DPP ATAKI Ir Manahara R Siahaan. Kerja sama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia memalui layanan penerbitan sertifikasi keahli-an (SKA) bagi lulusan teknik sipil.
Dengan kerja sama tersebut diharap lulusan memiliki nilai tambah yang siap memasuki dunia kompetisi. Proses peningkatan kualitas tersebut dapat dilakukan melalui seminar, workshop, maupun pelatihan keterampilan mahasiswa yang akan mengasah kemampuan, kapasitas keilmuan dan pengalaman yang memadai demi peningkatan daya saing.
”Setelah pemilik, mandor cukup menentukan dalam pembangunan rumah. Sehingga pelatihan dan tambahan pengetahuan mengenai konsep bangunan tahan gempa, menjadi sangat penting bagi mandor,” sebut Sarwidi.
Dijelaskan, dua buah rumah di Jejeran Wonokromo yang dibangun salah seorang mandor yang sudah dilatih ternyata tidak bermasalah dengan gempa di Bantul dan Klaten, tahun lalu. Kini, CEEDEDS dengan bantuan dana masyarakat Jepang telah membangun dua buah rumah contoh Barrataga di Jejeran Desa Wonokromo Pleret Bantul DIY dan Kuwiran Desa Plawikan Jogonalan Klaten Jateng. ”Kedua rumah contoh ini tidak diperkenankan diubah hingga waktu tertentu. Karena rumah ini akan menjadi tempat masyarakat belajar konsep tahan gempa, misal bagaimana memasang otot-otot, sambungan dan lainnya. Kelak, dimungkinkan rumah contoh Barrataga ini menjadi tempat bagi mahasiswa FTSP UII melakukan KKN dengan menyosialisasikan konsep Barrataga,” katanya.
Sarwidi mengemukakan, hidup di daerah rawan gempa seperti di Indonesia ini, diperlukan lebih banyak lagi mandor yang dididik konsep Barrataga. Sejak 2004-2006, CEEDEDS UII bekerja sama dengan Jepang baru mendidik sekitar 260 mandor yang berasal dari DIY, Jateng, Jabar, Jatim bahkan beberapa juga dari NTB. (Fsy)-s
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbmHohZtb5P9tAoX49Wfs8CLOL4J16NTbycI6Lba588OYl8-kCbjxJ9fVmK_0wL5ETAteco3NMuvQYUgZ2vReJYu_way7c5aP-0IVWDOjj5LGnC52s57xz6urAZ12tsRKW9MUySZBgQGDv/s1600/dome_4.jpg
sumber : shvoong
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Rumah anti gempa"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright © 2015 B-Mus - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top