Ota Benga

Ota Benga, atau Otabenga adalah pygmy (manusia kerdil) yang tinggal di dekat sungai Kasai, Kongo. Ketika ia sedang berburu, keluarganya serta penduduk desanya dibantai oleh Baschilele. Ota Benga sendiri belakangan juga tertangkap.

Samuel Phillips Verner, seorang penjelajah sekaligus misionari asal Carolina Selatan, dikirim ke Arika di tahun 1904 untuk mencari pygmy untuk ditampilkan di St. Louis World’s Fair. Ia bertemu Ota Benga dan mengatur pembebasannya, dan setelahnya Ota Bena membantunya membujuk beberapa penduduk Afrika lain untuk ikut bersama mereka ke Lousiana dan ditampilkan di eksibisi, dimana sekian banyak penduduk asli dari berbagai kebudayaan di dunia ditampilkan pula.

Saat Velner mengembalikan para penduduk Afrika kembali ke benua itu (sekaligus untuk melakukan penjelajahan selama sekitar satu setengah tahun), Ota Benga turut menemaninya. Ia sempat tinggal bersama kaum Batwa, bahkan menikahi seorang wanita Batwa, namun istrinya meninggal karena digigit ular. Saat Velner kembali ke Afrika, Ota Benga memutuskan ikut dengannya, karena merasa bukan bagian dari Batwa.

Setibanya di New York Velner yang berharap bisa menjual artifaknya ke American Museum of Natural History mendapai dirinya bangkrut dan artifaknya disita. Ia kemudian meninggalkan Ota Benga di meseum tersebut, sementara ia mencari dukungan dari keluarganya.

Belakangan ia memindahkan Ota Benga ke kebun binatang Bronx, dimana Ota Benga berbagi kamar dengan orang utan bernama Dohong, serta juga dijadikan obyek pertunjukan. Pertunjukannya sukses, namun mengundang protes dari beberapa pihak, yang menganggap ia diperlakukan rasis, tidak manusiawi, dan memperbudak dirinya, terlepas bahwa Ota benga sebenarnya bebas berkeliaran di kebun binatang itu dan tidak dikurung di sana.

Karena besarnya tekanan, Ota Benga akhirnya meninggalkan kebun binatang. James H. Gordon, pendeta kulit hitam Amerika, mengatur agar Ota Benga ditempatkan di panti asuhan, Howard Colored Orphan Asylum yang berada di bawah naungannya. Bulan Januari 1910, ia dipindahkan ke Lynchburg, Virginia, dimana ia diberi pakaian Amerika, dan diajar oleh penyair Anne Bethel Spencer.

Setelah merasa bahasa Inggrisnya cukup baik, Ota Benga berhenti belajar dan menjadi pekerja di perkebunan tembakau di Lynchburg. Karena rindu kampung halaman, ia merencanakan untuk kembali ke Kongo, namun kemudian perang dunia pertama pecah. Frustasi karena merasa takkan pernah bisa kembali ke kampung halaman, ia mencuri sebuah revolver dan menembak kepalanya sendiri.

Jadi:
1. Ota Benga tidak ditangkap oleh kaum Evolusionis. Sebaliknya, ia dibebaskan oleh Velner, yang kemudian membawa ia dan sejumlah orang afrika lain ke Amerika. Ia tidak dibawa dengan cara dirantai dan dikerangkeng! Ia bahkan sempat kembali ke Afrika, namun memutuskan ikut ke Amerika lagi bersama Velner.
2. Eksibisi di Lousiana adalah pameran untuk berbagai kebudayaan di dunia.
3. Ota Benga tidak dikurung di kandang kebun binatang, ia dibiarkan bebas berkeliaran.
4. Setelah dipindahkan dari kebun binatang, Ota Benga mendapat pendidikan, dan kemudian bekerja di perkebunan tembakau sebagai manusia normal dan bebas.
5. Ia bunuh diri karena kerinduan pada kampung halaman yang tak tertahankan, dan impian untuk kembali ke sana dihancurkan oleh pecahnya perang dunia pertama. Bukan karena perlakuan tidak manusiawi.

Lalu, kenapa Harun Yahya tidak menceritakannya secara benar? Kenapa ia membuat kesan dramatis seakan Ota Benga bunuh diri karena diperlakukan tidak manusiawi oleh evolusionis?

sumber:http://membantah-harunyahya.blogspot.com/2010/09/ota-benga.html
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
1 Komentar untuk "Ota Benga"

jd bangga jd indonesia, luar biasa indonesia, seklaian aq follow, follow balik yah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright © 2015 B-Mus - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top